mungkin belakangan ini kita sering melihat tulisan di mobil, motor, angkot, bus, dan truk. untuk jenis kendaraan yang terakhir disebutkan ini memang selalu memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan isi hatinya. mungkin tulisan tersebut adalah tulisan biasa yang tergambar ataupun tertempel pada kendaraan belaka. namun dibalik semua itu, sepertinya kita merindukan seorang ataupun sesosok pemimpin yang pada gambar-gambar bertuliskan tersebut kita rindukan. ya, seorang soeharto. dengan rambut putih dengan senyumnya yang khas mengignatkan kita pada sosok pak harto yang dikenal dengan bapak pembangunan.
entah siapa yang pertama kali membuat stiker tersebut. namun denga larisnya penjuakan stiker tersebut di berbagai daerah, mebuktikan bahwa masyarakat rindu akan jaman pak harto. jaman dimana semua harga masih terjangkau, jaman dimana nasi masih menjadi sahabat rakyat kecil. seorang yang benar-benar telah mengabdikan dirinya pada Indonesia selama 32 tahun. selain itu hal ini juga membuktikan bahwa masyarakat merasa kecewa dengan kondisi di negeri ini yang kian hari kian bobrok. tiada hari tanpa korupsi, tiada hari tanpa anggota DPR "yang terhormat" yang terlibat kasus korupsi, tiada hari tanpa daging sapi!! itulah tajuk-tajuk yang menghiasi TV ataupun media lainnya. mungkin dengan stiker ini masyarakat menggambarkan betapa boboroknya negara ini.
dalam sejarah, hal ini disebut romantisisme. arti dari romantisisme sangat berbeda dengan romantis yang kita kenal. romantisisme disini berarti kerinduan akan pencapaian ataupun kejayaan yang telah dicapai pada masa lampau oleh masyarakat. hal ini dapat dilihat pada romantisisme di eropa yang pada masa itu merindukan masa renaisance. hal ini mungkin juga yang sedang terjadi di negara kita. namun alangkah baiknya kita juga melihat kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa pak harto. dimana terjadi teror pada masa pemerintahannya. kebebasan berekspresi, pers, penyampaian aspirasi, penembakan misterius, dan hilangnya nyawa keluarga mantan anggota PKI telah menjadi bukti bahwa pada mas pak harto tidak semuanya baik. barulah setelah era pak harto masyarakat baru berani menuliskan dan mengungkap penyimpangan-penyimpangan pada masa tersebut.
tak dapat dilarang juga bahwa masyarakat merindukan era seperti era dimana soeharto berjaya, tak dapat dipungkiri juga para penjual stiker-stiker tersebut mendapat rejeki berlebih, tak dapat dipungkiri juga bahwa negara ini merindukan sosok pemimpin yang mampu pro terhadap rakyat. mungkin kita semua rindu kebaikan-kebaikan yang dilakukan beliau . . .mungkin juga aku ingin merasakan masa itu. mungkin kita rindu . . inilah romantisisme, era romantis yang tak seromantis namanyaa.


