angin malam belum berhembus terlalu dingin
hari petang pun belum sepetang arang
kerlip butiran putih di langit pun berkolaborasi dengan warna biru pekat
sangat serasi menjadi saksi
dalam tempat itu aku terduduk
di depan kedua pohon yang berdiri tegak di depanku
angin pun tak mau kalah menyapaku
menerpa sisa-sisa keringat sesiang
ahh...tak kusangka raja panas memanasiku sepanas ini
terduduk aku disana
bersama sesosok wanita...tak seperti bidadari,biarlah
tak seperti peri,biarlah pula
hanya seraut wajah yang pancarkan rasa cinta
pancaran yang bahkan lebih terang dari sinar putri malam di langit
lebih terang pula dibandingkan bola-bola yang bersinar temaram di kejauhan
kuhabiskan malam itu
penuh cerita tentang nostalgia
bersama sayup suara-suara yogyakarta
berhias canda sederhana
bersama merajut jaring cinta bersamanya
andai aku bisa berbahasa rumput
andai aku bisa berbahasa tanah
andai aku bisa berbahasa angin
ingin kusampaikan biarkanlah ia nyaman berada di tanahmu, rumputmu, dan udaramu
lalu . . .kunikmati alunan yang mengalun di alun-alun
hei! biarkan aku bebas sejenak!!!!
temani aku, anita!!
Sabtu, 06 Juli 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar