zaman telah berlalu
bersama dengan angin kalbu
yang terkadang bersama sapa bisu
tidak ada bayanganmu di situ
karena dirimu aman bersamaku
teori musim oh teori musim
entah kapan musim berganti
kadang hujan, kadang juga tak
kala terik, rintikan diharapkan turun. . .
kala rintik turun, teriklah yang diharapkan. . .
teori musim oh teori musim
tak ada rumusan
hanya saja bumi ini tak lagi perawan
tak ada hutan
tak ada pula makan
yang ada hanya kerusakan
teori musim oh teori musim
tengoklah sejenak ke sawah penghijau
ada seorang tua disana
menunggui ladangnya untuk ditanam apa
kadang panas berlebih...kadang hujan berlebih
"makan apa aku ini wahai semesta
aku tak tau rumus alam maupun musim. . .
yang ku tahu hanya rumusan hidup untuk bertahan di jaman yang tak lagi ku kenal ini. . .
ajarilah aku wahai alam teori musimmu agar aku bisa menjadi tuan di tanahku sendiri"
Sabtu, 19 Oktober 2013
Minggu, 08 September 2013
bayangan
bagaimana bisa aku tidur nyenyak kalau hitamu masih membayang dalam aku
semua hal indah yang telah kujalani
kala tak ada tempat bercerita
kucoretkan dalam jingganya tembok berpadu lukisan monster kala itu
bagaimana pula aku lupa kala ku lewatkan malam dengan bercerita bersama kekasih tercinta
kala 3x4 masih menjadi kotak berpintu milikku
dengan berbagai kreafitias dan kreasi menghiasi sisi
sisi dingin kala disentuh namun hangat kala butuh
beralaskan ubin marmes hijau
kuselimuti kau dengan karpet hijau pula
kutambahkan abu-abu agar tambah hangat
kutambahkan pula televisi agar terlihat nyaman
agar tak perlu membayangkan acaranya di tembok belaka
kusulap pula menjadi mini movie box
ku usap pula lantai agar kekasih tercinta nyaman
kubuat senyaman mungkin layaknya rumah masa depan
internet, playstation, hanya segelintir kebahagian yang didapat
namun kenyamanan, kebahagiaan adalah hal luar biasa yang didapat
aku tak bisa beradaptasi
aku pergi
kala mei masih pagi
ku pamiti semua yang ada
dengan harapan lebih bahagia
harapan untuk lebih dekat dengan kekasih tercinta
aku tak bisa beradaptasi
aku tak bisa mengganti warna kulit layaknya bunglon
aku bisa menjadi burung gereja
aku tak bisa pula menjadi kelalawar
lalu aku harus menjadi apa kala penyesalan masih tertanam
bertambah subur tak pernah ku panen
hanya bayangan kotak, biarlah
kotor..biarlah
bocor...tidak pernah
gangguan serangga tidak ada
listrik mahal sama saja
tak ada yang spesial memang
lalu bagaiman kala semua berakhir karena kamar mandi
kunci. . .uang. . .jarak. . .dan cinta
pergi? bertahan? pulang?
berbayang penyesalan sungguh
sungguh
bayanganmu,buatku menyesal....dafuga
semua hal indah yang telah kujalani
kala tak ada tempat bercerita
kucoretkan dalam jingganya tembok berpadu lukisan monster kala itu
bagaimana pula aku lupa kala ku lewatkan malam dengan bercerita bersama kekasih tercinta
kala 3x4 masih menjadi kotak berpintu milikku
dengan berbagai kreafitias dan kreasi menghiasi sisi
sisi dingin kala disentuh namun hangat kala butuh
beralaskan ubin marmes hijau
kuselimuti kau dengan karpet hijau pula
kutambahkan abu-abu agar tambah hangat
kutambahkan pula televisi agar terlihat nyaman
agar tak perlu membayangkan acaranya di tembok belaka
kusulap pula menjadi mini movie box
ku usap pula lantai agar kekasih tercinta nyaman
kubuat senyaman mungkin layaknya rumah masa depan
internet, playstation, hanya segelintir kebahagian yang didapat
namun kenyamanan, kebahagiaan adalah hal luar biasa yang didapat
aku tak bisa beradaptasi
aku pergi
kala mei masih pagi
ku pamiti semua yang ada
dengan harapan lebih bahagia
harapan untuk lebih dekat dengan kekasih tercinta
aku tak bisa beradaptasi
aku tak bisa mengganti warna kulit layaknya bunglon
aku bisa menjadi burung gereja
aku tak bisa pula menjadi kelalawar
lalu aku harus menjadi apa kala penyesalan masih tertanam
bertambah subur tak pernah ku panen
hanya bayangan kotak, biarlah
kotor..biarlah
bocor...tidak pernah
gangguan serangga tidak ada
listrik mahal sama saja
tak ada yang spesial memang
lalu bagaiman kala semua berakhir karena kamar mandi
kunci. . .uang. . .jarak. . .dan cinta
pergi? bertahan? pulang?
berbayang penyesalan sungguh
sungguh
bayanganmu,buatku menyesal....dafuga
Rabu, 14 Agustus 2013
untuk yang terlupa (part 1)
jaman telah berganti
tak seperti dulu lagi
namun engkau tetap tegat menjalani hari
meski semangat tak seperti dulu lagi
pagi. . .
engkau masih berdiri melawan kompeni
tak kau hiraukan waktu kagi
keringat, tekad, harga diri dijunjung tinggi
untuk apa? untuk perjuangan tanpa henti
engkau tak bernama, tak pula seperti bung karno, bung hatta, bung tomo. . .
namun mereka tak akan bisa tanpamu
tanpa henti hujan pun tak kau rasa
semua hanya demi bangsa
kau hadapi semua dengan mata terbuka
siang. . .
saling serang tak lagi kau bimbang
langkah dan tekad sudah matang
tak apa apabila nanti menjadi bunga di medan perang
tiada apalagi kalau tak berjuang
daripada hidup dikurung kandang
sore. . .
kini kita telah bebas
engkau telah merasakan indahnya bebas
ini yang kita cita-citakan bersama
kala merah putih kini telah bebas berkibar
kenapa engkau malah dibuang?
seakan tekad dan harga diri ini hilang
kini engkau telah senja, matahari sudah tak secerah dulu
seakan tubuhmu ingin bercerita tentang perjuangan
hanya seragam dan wajah keriput ini yang ingin bercerita. . .bercerita untuk yang terlupa
tak seperti dulu lagi
namun engkau tetap tegat menjalani hari
meski semangat tak seperti dulu lagi
pagi. . .
engkau masih berdiri melawan kompeni
tak kau hiraukan waktu kagi
keringat, tekad, harga diri dijunjung tinggi
untuk apa? untuk perjuangan tanpa henti
engkau tak bernama, tak pula seperti bung karno, bung hatta, bung tomo. . .
namun mereka tak akan bisa tanpamu
tanpa henti hujan pun tak kau rasa
semua hanya demi bangsa
kau hadapi semua dengan mata terbuka
siang. . .
saling serang tak lagi kau bimbang
langkah dan tekad sudah matang
tak apa apabila nanti menjadi bunga di medan perang
tiada apalagi kalau tak berjuang
daripada hidup dikurung kandang
sore. . .
kini kita telah bebas
engkau telah merasakan indahnya bebas
ini yang kita cita-citakan bersama
kala merah putih kini telah bebas berkibar
kenapa engkau malah dibuang?
seakan tekad dan harga diri ini hilang
kini engkau telah senja, matahari sudah tak secerah dulu
seakan tubuhmu ingin bercerita tentang perjuangan
hanya seragam dan wajah keriput ini yang ingin bercerita. . .bercerita untuk yang terlupa
Jumat, 19 Juli 2013
dera dera desember
“Dera Dera Desember”
—Anita Yusticia Sari
Menderalah hingga jauh
Seret aku dalam masa masa lewat
Dimana jiwa ranting kan patah
Terlapiskan badai
Maka patahlah sudah
Seret aku dalam derai hujan darah
Jiwa ranting kan patah
Peranti rajut laba-laba
Badai
Ombak
Bayang bayang
Maka patahlah sudah
Deralah aku hingga jauh
Dera aku dalam hujan darah
Telah kita tahui
Aku sedang bergaun biru
Sedang
Sedang...
Dia...
Aku tak bisa berpusing
Kan kah kau urungkan jua
Lagi...
Kan kah kau menyeret diri dalam Desember
Kembali...
Sedang
Sedang...
Dia...
Kembali deralah aku hingga jauh
Kelamkan langit bermendung kata
Seret aku dalam masa lewat
Aku
Malu
Sedang
Sedang...
Dia...
Gaun merah
Kembang kembang rose darah
Berlian pun jantungnya
Aku
Malu
Tak miliki jantung
Dalam bilik putih akan selalu ada celah
Debu debu
Butir pasir
Kerikil
Pun koral
Menyusup untuk tahu tanya
Aku menolak
Tapi angin hanya berhembus
Berpusing
Menampar nampar
Lenyap
Mendayu kembali
Aku ini bukanlah jiwa karang
Kan lah kita tahui
Hanya ranting
Dan gaun biru ini tak pula kau tanggal
Sedang
Sedang...
Dia...
Selalu bergaun rose darah
Kan lah kita tahui
Dalam bilik putih akan selalu ada celah
Aku hanya menyukai desir desir angin
Walau hilang walau datang
Maka datanglah
Jika kau ingin tinggal
Menetaplah
Tapi jika kau ingin bebas
Terbanglah
Juga dia
Terbanglah sudah
Aku
malu
Sedang dia
Aku tak berjantung...
Dera dera Desember
Deralah aku hingga jauh
Jiwa jiwa ranting kan patah
Maka patahlah
Peranti rajut laba laba
Maka terajutlah
Dera dera Desember
Cukup dera aku hingga penghujung Januari
Desember kelabu, hari 19, malam 20
Cukuplah 2012 saja
aku terharu baca tulisan ini yur...tak terasa air mata pun tumbuh mengalir. puisi ini kusimpan di sini ya yur....seperti layaknya lembaran sejarah yang tak selamanya puith, hitam pun juga menjadi lembaran sejarah. makanya cerita kita yang pernah bersambung, biarlah jadi sejarah kelam yang jadi perjalanan kita. meskipun dicoba untuk dilupakan, sejarah tak akan bisa dilupakan, hanya akan ditutupi saja dan dibalikkan faktanya. untuk itu dengan adanya sejarah kita belajar dari peristiwa yang telah terjadi di masa lampau untuk memperbaiki di masa yang akan datang. dengan sejarah kita juga belajar kesalahan kita dari masa lampau agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi, karena dalam sejarah peristiwa yang sama tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya. anita, mari kita buat sejarah kita sendiri. . .bukan hanya dera-dera desember, namun sang angin biru masih ada di sini.
dan ingin selalu merangkul mu....love you anita yusticiasari
—Anita Yusticia Sari
Menderalah hingga jauh
Seret aku dalam masa masa lewat
Dimana jiwa ranting kan patah
Terlapiskan badai
Maka patahlah sudah
Seret aku dalam derai hujan darah
Jiwa ranting kan patah
Peranti rajut laba-laba
Badai
Ombak
Bayang bayang
Maka patahlah sudah
Deralah aku hingga jauh
Dera aku dalam hujan darah
Telah kita tahui
Aku sedang bergaun biru
Sedang
Sedang...
Dia...
Aku tak bisa berpusing
Kan kah kau urungkan jua
Lagi...
Kan kah kau menyeret diri dalam Desember
Kembali...
Sedang
Sedang...
Dia...
Kembali deralah aku hingga jauh
Kelamkan langit bermendung kata
Seret aku dalam masa lewat
Aku
Malu
Sedang
Sedang...
Dia...
Gaun merah
Kembang kembang rose darah
Berlian pun jantungnya
Aku
Malu
Tak miliki jantung
Dalam bilik putih akan selalu ada celah
Debu debu
Butir pasir
Kerikil
Pun koral
Menyusup untuk tahu tanya
Aku menolak
Tapi angin hanya berhembus
Berpusing
Menampar nampar
Lenyap
Mendayu kembali
Aku ini bukanlah jiwa karang
Kan lah kita tahui
Hanya ranting
Dan gaun biru ini tak pula kau tanggal
Sedang
Sedang...
Dia...
Selalu bergaun rose darah
Kan lah kita tahui
Dalam bilik putih akan selalu ada celah
Aku hanya menyukai desir desir angin
Walau hilang walau datang
Maka datanglah
Jika kau ingin tinggal
Menetaplah
Tapi jika kau ingin bebas
Terbanglah
Juga dia
Terbanglah sudah
Aku
malu
Sedang dia
Aku tak berjantung...
Dera dera Desember
Deralah aku hingga jauh
Jiwa jiwa ranting kan patah
Maka patahlah
Peranti rajut laba laba
Maka terajutlah
Dera dera Desember
Cukup dera aku hingga penghujung Januari
Desember kelabu, hari 19, malam 20
Cukuplah 2012 saja
aku terharu baca tulisan ini yur...tak terasa air mata pun tumbuh mengalir. puisi ini kusimpan di sini ya yur....seperti layaknya lembaran sejarah yang tak selamanya puith, hitam pun juga menjadi lembaran sejarah. makanya cerita kita yang pernah bersambung, biarlah jadi sejarah kelam yang jadi perjalanan kita. meskipun dicoba untuk dilupakan, sejarah tak akan bisa dilupakan, hanya akan ditutupi saja dan dibalikkan faktanya. untuk itu dengan adanya sejarah kita belajar dari peristiwa yang telah terjadi di masa lampau untuk memperbaiki di masa yang akan datang. dengan sejarah kita juga belajar kesalahan kita dari masa lampau agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi, karena dalam sejarah peristiwa yang sama tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya. anita, mari kita buat sejarah kita sendiri. . .bukan hanya dera-dera desember, namun sang angin biru masih ada di sini.
dan ingin selalu merangkul mu....love you anita yusticiasari
Minggu, 07 Juli 2013
ingin pulang
bulan ke lima di tahun 2013 mungkin merupakan bulan paling menyebalkan yang ku buat karena kesalahan ku sendiri. betapa tidak, aku yang sejatinya menginginkan perubahan di tahun dan semesterku yang ke empat ini memutuskan untuk pindah dari tempat singgah. mulanya tanpa basa-basi dan keliling sana-sini aku sepakat untuk menempati tempat singgah ku yang baru. faktor kuat yang mendorongku untuk pundah tak lain adalah karena jadwal kuliah yang cukup merepotkan di semester tersebut. jarak antara kampus dan tempat singgah juga sebenarnya tidak terlalu jauh, namun juga tidak terlali dekat...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
aaarrrrrrrrrgggghhh!!!! yang ingin kukatakan adalah aku ini kenapa tidak pernah berpikir panjang!!! bodohnya aku di tempatku yang baru aku malah bagaikan kelalawar di dalam sangkar!!! aarrgggHHH!!! bodohnya aku....kebebasan ku dirampas oleh peraturan!!!
AKU INGIN KEMBALIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!
aku tidak tahan setahun harus seperti iniiiii.................
entahlah tulisan apa yang kutulis ini. hanya ingin bercerita,walaupun di dunia maya
tetap saja bahagia. di kala anita berkata "sabar", lebih baik kusebar perasaanku di sini. . . .
entahlah tulisan apa yang kutulis ini. hanya ingin bercerita,walaupun di dunia maya
tetap saja bahagia. di kala anita berkata "sabar", lebih baik kusebar perasaanku di sini. . . .
I AM STUCK!!
Sabtu, 06 Juli 2013
temani aku, Anita!
angin malam belum berhembus terlalu dingin
hari petang pun belum sepetang arang
kerlip butiran putih di langit pun berkolaborasi dengan warna biru pekat
sangat serasi menjadi saksi
dalam tempat itu aku terduduk
di depan kedua pohon yang berdiri tegak di depanku
angin pun tak mau kalah menyapaku
menerpa sisa-sisa keringat sesiang
ahh...tak kusangka raja panas memanasiku sepanas ini
terduduk aku disana
bersama sesosok wanita...tak seperti bidadari,biarlah
tak seperti peri,biarlah pula
hanya seraut wajah yang pancarkan rasa cinta
pancaran yang bahkan lebih terang dari sinar putri malam di langit
lebih terang pula dibandingkan bola-bola yang bersinar temaram di kejauhan
kuhabiskan malam itu
penuh cerita tentang nostalgia
bersama sayup suara-suara yogyakarta
berhias canda sederhana
bersama merajut jaring cinta bersamanya
andai aku bisa berbahasa rumput
andai aku bisa berbahasa tanah
andai aku bisa berbahasa angin
ingin kusampaikan biarkanlah ia nyaman berada di tanahmu, rumputmu, dan udaramu
lalu . . .kunikmati alunan yang mengalun di alun-alun
hei! biarkan aku bebas sejenak!!!!
temani aku, anita!!
hari petang pun belum sepetang arang
kerlip butiran putih di langit pun berkolaborasi dengan warna biru pekat
sangat serasi menjadi saksi
dalam tempat itu aku terduduk
di depan kedua pohon yang berdiri tegak di depanku
angin pun tak mau kalah menyapaku
menerpa sisa-sisa keringat sesiang
ahh...tak kusangka raja panas memanasiku sepanas ini
terduduk aku disana
bersama sesosok wanita...tak seperti bidadari,biarlah
tak seperti peri,biarlah pula
hanya seraut wajah yang pancarkan rasa cinta
pancaran yang bahkan lebih terang dari sinar putri malam di langit
lebih terang pula dibandingkan bola-bola yang bersinar temaram di kejauhan
kuhabiskan malam itu
penuh cerita tentang nostalgia
bersama sayup suara-suara yogyakarta
berhias canda sederhana
bersama merajut jaring cinta bersamanya
andai aku bisa berbahasa rumput
andai aku bisa berbahasa tanah
andai aku bisa berbahasa angin
ingin kusampaikan biarkanlah ia nyaman berada di tanahmu, rumputmu, dan udaramu
lalu . . .kunikmati alunan yang mengalun di alun-alun
hei! biarkan aku bebas sejenak!!!!
temani aku, anita!!
"R"
teringat sekotak hitam di kamar
bukan jam kamar
bukan pula luka memar
ahh....kuputar putar saja bulatan hitam itu
kunikmati setiap alunan dayunya
hanya ada angka...angka...dan angka
ini sangat simpel
bukan matematika, bukan juga rumus fisika
hanya angka angka yang menyenangkan bila diputar terus
ku putar terus bulatan hitam ini
terhentilah tanganku di sebuah angka dengan kode 106,40
kudengarkan suara yang keluar
suara khas seorang yang ada di dalamnya. . .
ku ambil handphone ku. . .ku ketik pesan
bukan pesan makanan, apalagi toko online
ku sampaikan salam hangat untuk semua yang mendengarkan
tergelintir pula tersampaikan pada lagu yang diminta
radiolah...radiolah yang telah lam tak ku pegang
nampak usang. . .
namun tetap nampak benderang diantara elektronik lainnya
benar juga kata lagu yang kuminta
"jaman sudah berlalu tapi jejaknya tertanam selamanya. . .radio cerahkan hidupnya. . ."
bukan jam kamar
bukan pula luka memar
ahh....kuputar putar saja bulatan hitam itu
kunikmati setiap alunan dayunya
hanya ada angka...angka...dan angka
ini sangat simpel
bukan matematika, bukan juga rumus fisika
hanya angka angka yang menyenangkan bila diputar terus
ku putar terus bulatan hitam ini
terhentilah tanganku di sebuah angka dengan kode 106,40
kudengarkan suara yang keluar
suara khas seorang yang ada di dalamnya. . .
ku ambil handphone ku. . .ku ketik pesan
bukan pesan makanan, apalagi toko online
ku sampaikan salam hangat untuk semua yang mendengarkan
tergelintir pula tersampaikan pada lagu yang diminta
radiolah...radiolah yang telah lam tak ku pegang
nampak usang. . .
namun tetap nampak benderang diantara elektronik lainnya
benar juga kata lagu yang kuminta
"jaman sudah berlalu tapi jejaknya tertanam selamanya. . .radio cerahkan hidupnya. . ."
Jumat, 14 Juni 2013
1 memang beda
mungkin dari judul tulisan yang akan ku tulis ini hampir mirip dengan salah satu slogan salah satu stasiun tv swasta ni negeri kita. memang tulisan ku kali ini terinspirasi oleh TV tersebut. sebut saja TV One. beberapa hari yang lalu komunitas yang aku ikuti mendapat kesempatan untuk diundang dalam acara pressconference yang diadakan oleh pihak TV one sendiri. acara tersbut terselanggara selain untuk silaturahmi juga dalam rangka persiapan ulang tahun TV one yang akan diselenggarakan di Jogja. dalam acara tersebut hadir pula ardiansyah bakrie, haryadi suyuti(walikota jogja), mirza mustaqim(kapolres jogja). memang dapat dikatan ini merupakan pengalaman pertama ku dalam mengikuti event sepertin ini. memang dalam ruangan tersebut terdapat puluhan orang yang hadir. namun yang dapat aku rasakan pada saat itu, mungkin aku orang yang memang memiliki kesempatan seperti ini pada waktu itu. tanpa bermaksud untuk pamer atau tidak menganggap tamu lain yang lain, perasaan bangga tetap muncul dari diriku. diantara warga jogja yang ada, mungkin ini keneruntungan ku bisa diundang danbertemu langsung serta berdiskusi bersama orang-orang nomor 1 di bidangnya masing-masing. disamping hal tersebut terucap terima kasih untuk pihak TV One yang menyiapkan acara tersebut, dan tidak lupa pula terima kasih untuk komunitas PERI sebagai komunitas yang ku ikuti karena tanpa adanya informasi mungkin aku tidak mendapat pengalaman berharga tersebut dan bahkan cenderung tertidur di kos. untuk itu, meskipun banyak orang saat itu, aku anggap diriku ini tetap sebagai seorang individu...karena satu itu ternyata memang berbeda.....
Minggu, 02 Juni 2013
episode untuk pacarku
tak pernah ia mengingat hari penting
tak pernah pula aku disuruh mengingat tanggal jadian tiap bulan
hanya mengalir apa adanya
mengikuti arus waktu
yang kadang membawa kita berdua pada masa yang akan terasa cepat bila kita rasakan
alirilah waktu itu dengan warna violet mu
tiap gerakan ke kanan jarum...tiap inchi jarum panjang bergerak...tiap sentimeter pula jarum pendek berpindah tempat....
aku bagaikan terlempar ke sebuah pulau aneh bernama soge...layaknya pulau impian kukira begitu
namun disinilah dulu aku tersing layaknnya pulau yang kukira hanya impian....
tapi bersamamulah aku selalu berani bermimpi,bahkan dengan kertas semua jadi menyenangkan
tak pernah pula hape ku berdering tiap jam layaknya hape yang selalu menjadi pelampiasan orang marah...hanya komunikasi biasa yang dilakukan dengan hati...benar benar dari hati...
untuk itu kututipkan episode malam ini untuk pacarku, anita "violet" yusticia sari yang ternyata namanya kepanjangan dari anugerah yulini dan taufik....karena hanya aku yang memakai nama taofiq
entahlah tulisan apa ini...terserah mau tanggapan apa dari sebuah warna yang benar benar mewarnai langit biruku ini untukku....the blue moon is rising
tak pernah pula aku disuruh mengingat tanggal jadian tiap bulan
hanya mengalir apa adanya
mengikuti arus waktu
yang kadang membawa kita berdua pada masa yang akan terasa cepat bila kita rasakan
alirilah waktu itu dengan warna violet mu
tiap gerakan ke kanan jarum...tiap inchi jarum panjang bergerak...tiap sentimeter pula jarum pendek berpindah tempat....
aku bagaikan terlempar ke sebuah pulau aneh bernama soge...layaknya pulau impian kukira begitu
namun disinilah dulu aku tersing layaknnya pulau yang kukira hanya impian....
tapi bersamamulah aku selalu berani bermimpi,bahkan dengan kertas semua jadi menyenangkan
tak pernah pula hape ku berdering tiap jam layaknya hape yang selalu menjadi pelampiasan orang marah...hanya komunikasi biasa yang dilakukan dengan hati...benar benar dari hati...
untuk itu kututipkan episode malam ini untuk pacarku, anita "violet" yusticia sari yang ternyata namanya kepanjangan dari anugerah yulini dan taufik....karena hanya aku yang memakai nama taofiq
entahlah tulisan apa ini...terserah mau tanggapan apa dari sebuah warna yang benar benar mewarnai langit biruku ini untukku....the blue moon is rising
malam tetaplah malam
tak terpikirkan gelap tak hanya warna
tak sekedar pula bayangan
tak selalu pula bayangan selamanya hitam
namun hitam adalah malam
malam tetaplah malam
langit hitam
bumi pun juga hitam
malam tetaplah malam
yang tak tergantikan oleh kelam
kelam yang selalu datang dengan sesal
ini bukanlah sore...juga bukan pagi
inilah malam...malam tetaplah malam
kupu-kupu....malam
mencoba berterbangan dalam terangnya malam
mencari sisa sisa kehidupan dari teriknya surya
untukmu...untuk setumpuk kertas rupiah yang telah usang
tak usah dipikirkan
karena malam tetaplah malam....entahlah
tak sekedar pula bayangan
tak selalu pula bayangan selamanya hitam
namun hitam adalah malam
malam tetaplah malam
langit hitam
bumi pun juga hitam
malam tetaplah malam
yang tak tergantikan oleh kelam
kelam yang selalu datang dengan sesal
ini bukanlah sore...juga bukan pagi
inilah malam...malam tetaplah malam
kupu-kupu....malam
mencoba berterbangan dalam terangnya malam
mencari sisa sisa kehidupan dari teriknya surya
untukmu...untuk setumpuk kertas rupiah yang telah usang
tak usah dipikirkan
karena malam tetaplah malam....entahlah
Selasa, 21 Mei 2013
romantisisme: era yang tak seromantis namanya
"piye kabare, penak jamanku to"
mungkin belakangan ini kita sering melihat tulisan di mobil, motor, angkot, bus, dan truk. untuk jenis kendaraan yang terakhir disebutkan ini memang selalu memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan isi hatinya. mungkin tulisan tersebut adalah tulisan biasa yang tergambar ataupun tertempel pada kendaraan belaka. namun dibalik semua itu, sepertinya kita merindukan seorang ataupun sesosok pemimpin yang pada gambar-gambar bertuliskan tersebut kita rindukan. ya, seorang soeharto. dengan rambut putih dengan senyumnya yang khas mengignatkan kita pada sosok pak harto yang dikenal dengan bapak pembangunan.
entah siapa yang pertama kali membuat stiker tersebut. namun denga larisnya penjuakan stiker tersebut di berbagai daerah, mebuktikan bahwa masyarakat rindu akan jaman pak harto. jaman dimana semua harga masih terjangkau, jaman dimana nasi masih menjadi sahabat rakyat kecil. seorang yang benar-benar telah mengabdikan dirinya pada Indonesia selama 32 tahun. selain itu hal ini juga membuktikan bahwa masyarakat merasa kecewa dengan kondisi di negeri ini yang kian hari kian bobrok. tiada hari tanpa korupsi, tiada hari tanpa anggota DPR "yang terhormat" yang terlibat kasus korupsi, tiada hari tanpa daging sapi!! itulah tajuk-tajuk yang menghiasi TV ataupun media lainnya. mungkin dengan stiker ini masyarakat menggambarkan betapa boboroknya negara ini.
dalam sejarah, hal ini disebut romantisisme. arti dari romantisisme sangat berbeda dengan romantis yang kita kenal. romantisisme disini berarti kerinduan akan pencapaian ataupun kejayaan yang telah dicapai pada masa lampau oleh masyarakat. hal ini dapat dilihat pada romantisisme di eropa yang pada masa itu merindukan masa renaisance. hal ini mungkin juga yang sedang terjadi di negara kita. namun alangkah baiknya kita juga melihat kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa pak harto. dimana terjadi teror pada masa pemerintahannya. kebebasan berekspresi, pers, penyampaian aspirasi, penembakan misterius, dan hilangnya nyawa keluarga mantan anggota PKI telah menjadi bukti bahwa pada mas pak harto tidak semuanya baik. barulah setelah era pak harto masyarakat baru berani menuliskan dan mengungkap penyimpangan-penyimpangan pada masa tersebut.
tak dapat dilarang juga bahwa masyarakat merindukan era seperti era dimana soeharto berjaya, tak dapat dipungkiri juga para penjual stiker-stiker tersebut mendapat rejeki berlebih, tak dapat dipungkiri juga bahwa negara ini merindukan sosok pemimpin yang mampu pro terhadap rakyat. mungkin kita semua rindu kebaikan-kebaikan yang dilakukan beliau . . .mungkin juga aku ingin merasakan masa itu. mungkin kita rindu . . inilah romantisisme, era romantis yang tak seromantis namanyaa.
Selasa, 19 Februari 2013
terus kenapa?
pertama kali menggunakan seragam dari sebuah UKM yang baru didapat. kupakai kuliah, namun salah seorang teman nyolot terus. komentar terus seakan mengejek dan merendahkan, seakan melihat aku pamer.
padahal ada alasan kenapa aku pake baju ini......ku jawab saja perkataannya dengan kalimat
padahal ada alasan kenapa aku pake baju ini......ku jawab saja perkataannya dengan kalimat
terus kenapa
mari bercinta
saat kau peroleh rasa dalam makna cinta
tak hiraukan semua angkara
hanya satu buah titah yang kami jawabkan
terlalu banyak cinta kan binasa
yang indah kau rasa
yang manis kau beri, walau itu hanya sementara
lihat dirimu!! semakin jauh mengayuh
lewati segala tujuan hidup yang mungkin kau tempuh
tentukan yang utama,yang satu tercinta
kan jadi teman hidup yang setia....
tak hiraukan semua angkara
hanya satu buah titah yang kami jawabkan
terlalu banyak cinta kan binasa
yang indah kau rasa
yang manis kau beri, walau itu hanya sementara
lihat dirimu!! semakin jauh mengayuh
lewati segala tujuan hidup yang mungkin kau tempuh
tentukan yang utama,yang satu tercinta
kan jadi teman hidup yang setia....
Jumat, 15 Februari 2013
Senandung Angin
Berhembus
Berhembus dalam luasnya
fatamorgana udara
Bertiup . . .meniup setiap
anggota tubuh
Menusuk hingga organ
terdalam
Begitu
menyejukkan,bagaikan memeluk bunga kecil yang tumbuh di gurun yang panas
Itulah dirimu, wahai sang
angin
Entah
kenapa kau tak pernah mau berlama
Berlabuhlah
sejenak setelah kau arungi luasnya samudera angkasa
Berbaringlah
sejenak bersamaku
Kau
memang datang dan pergi sesukamu
Datangmu,
membawa damai
Membawa
sejuta inspirasi
Yang
selalu datang tanpa henti
Pergimu,
membawa kenangan yang telah terlewati
Berhembuslah,wahai angin
Hingga kau temukan tempat
gersang lain
Namun, angin tak pernah
berhenti
Ia selalu terus berlari
tanpa henti
Kuharap, saat bunga itu
kehausan
Kau kembali mengusap
kelopaknya lagi
kencan rahasia
berkencan!
ku tunggu di depan
jam tujuh malam
jangan lupa berdandan
biar tampan dan menawan
biarpun tak rupawan
jangan telat!
aku tak mau rambutku dikemuni lalat
karena sudah mengkilat seperti kilat
aduh! sudah telat!
ngebut saja sekalian
biar, kalau sudah sampai duluan,nikmati dulu iklannya sambil makan ikan
heeeeeehh...seperti biasa yang tetep lebih dulu aku,
jangan sampai dewa tahu kalu kita kencan
karena aku hanyalah orang utan
dan kau bangsawan
the end
Selasa, 12 Februari 2013
februariku biru
kulihat tumpukan kotak
tertumpuk pada sebuah wadah kotak
ku dekati pun tidak
menarik perthatian ku pun tak
masih dari tumpukan kotak
kali ini berwarna pink!
kenapa tidak sekalian kuning?
biar mecing
kulihat, tak peduli cowok/cewek
putih merah, putih abu-abu, sampai baju bebas
berkerumun di tumpukan kotak
malaikat cupid pun sepertinya mulai membidikkan anak panah cintanya padaku...
larilah aku!
kualihkan saja pandanganku
semua masih berwarna pink!
semua membawa sebatang kotak! cokelat ternyata...
lari saja aku ke Timbuktu
langit masih biru! biru muda
bahkan hujan cokelat pun turun
tak perlu aku berebut
tak perlu pula rupiah keluar
Paman Gober pun pasti ke sini, ia pasti tak mau mengeluarkan rupiah nya untuk hal yang tak perlu....
tertumpuk pada sebuah wadah kotak
ku dekati pun tidak
menarik perthatian ku pun tak
masih dari tumpukan kotak
kali ini berwarna pink!
kenapa tidak sekalian kuning?
biar mecing
kulihat, tak peduli cowok/cewek
putih merah, putih abu-abu, sampai baju bebas
berkerumun di tumpukan kotak
malaikat cupid pun sepertinya mulai membidikkan anak panah cintanya padaku...
larilah aku!
kualihkan saja pandanganku
semua masih berwarna pink!
semua membawa sebatang kotak! cokelat ternyata...
lari saja aku ke Timbuktu
langit masih biru! biru muda
bahkan hujan cokelat pun turun
tak perlu aku berebut
tak perlu pula rupiah keluar
Paman Gober pun pasti ke sini, ia pasti tak mau mengeluarkan rupiah nya untuk hal yang tak perlu....
~happy Valentine day~
Rabu, 06 Februari 2013
opening tunes 'jangan begini kalo sudah begitu
ahhh...kumulai saja tulisan pertama ku ini setelah sekian lama mengisi blog milik orang lain. memang menyenangkan bisa menulis sambil mengetahui konsep dan mengikuti ide-ide dari mereka. sangat menambah wawasan dan sangant bermanfaat. tapi aku ingin memiliki sesuatu yang lain. seperti layaknya awan yang bebas bergerak menghiasi langit itu. entah dalam suasana cerah maupun menudung awan tetap saja bebas muncul sesuka nya. tapi apalah arti sebuah kebebasan jika sudah terlanjur begini, kenapa harus begitu? mungkin itulah pertanyaan yang akan ku jawab di bawah birunya langit ini... mencoba sesuatu yang baru, ya...selagi langit masih berwarna biru muda kenapa tidak begini saja
hei, paman doblang! tunggu kisahku karena aku hanyalah bajak laut musim panas yang mencari harta karun di musim semi
hei, paman doblang! tunggu kisahku karena aku hanyalah bajak laut musim panas yang mencari harta karun di musim semi
Langganan:
Komentar (Atom)






